Langkah Awal Mengenalkan Identitas Anak: Camat Tekung Serahkan KIA kepada Siswa SDIT Arrahmah

 

Camat Tekung sedang membagikan KIA kepada siswa

www.sditarrahmahlumajang.sch.id - Suasana penuh antusias dan kebanggaan mewarnai kegiatan penyerahan Kartu Identitas Anak (KIA) kepada siswa SDIT Arrahmah, yang dilaksanakan pada Rabu, 11 Februari 2026, pukul 09.30 WIB. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan sekolah dan diserahkan langsung oleh Camat Tekung beserta staf, disambut hangat oleh pihak sekolah, guru, serta para siswa.

Dalam sambutannya, Camat Tekung menyampaikan bahwa KIA merupakan dokumen kependudukan resmi yang sangat penting bagi anak sejak usia dini. Penyerahan KIA ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan, pengakuan, dan pemenuhan hak-hak anak sebagai warga negara Indonesia.



Para siswa SDIT Arrahmah tampak antusias menerima KIA mereka. Dengan tertib dan penuh rasa bangga, satu per satu siswa maju untuk menerima kartu identitas tersebut. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Tekung atas perhatian dan kerja sama yang baik dalam mendukung tertib administrasi kependudukan bagi peserta didik.

Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi siswa tentang pentingnya identitas diri dan dokumen kependudukan. Guru-guru turut mendampingi dan memberikan pemahaman sederhana agar siswa dapat menjaga KIA dengan baik.

Kartu Identitas Anak (KIA) adalah identitas resmi bagi anak usia 0–17 tahun kurang satu hari, yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. KIA berfungsi sebagai bukti identitas anak sebelum memiliki KTP elektronik.

Selain sebagai data kependudukan, KIA juga memiliki berbagai manfaat, antara lain untuk keperluan pendidikan, layanan kesehatan, perbankan, serta akses layanan publik lainnya. Program KIA diharapkan dapat meningkatkan kesadaran sebagai warga negara.*** (humas)

Mengasah Strategi Meraih Prestasi, Siswa Kelas 6 SDIT Arrahmah Ikuti Pembahasan Soal Try Out TKA JSIT Jatim

 


www.sditarrahmahlumajang.sch.id | Agenda Sekolah - Semangat belajar siswa kelas 6 SDIT Arrahmah menghadapi asesmen akhir ditunjukkan dengan mengikuti kegiatan Pembahasan Soal Try Out TKA JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 11 Februari 2026, pukul 08.45–10.45 WIB, secara daring melalui Zoom Meeting.


Kegiatan pembahasan soal ini bertujuan untuk membantu peserta didik memahami karakter soal, strategi menjawab, serta memperbaiki kesalahan yang muncul pada saat pelaksanaan try out sebelumnya. Dengan pendampingan pemateri yang berpengalaman, siswa diajak mengulas berbagai tipe soal Bahasa Indonesia, mulai dari pemahaman bacaan, ide pokok, hingga penggunaan kaidah kebahasaan secara tepat.


Antusiasme siswa tampak jelas selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif menyimak penjelasan, mencatat poin-poin penting, serta mengikuti pembahasan dengan serius sebagai bekal menghadapi TKA yang sesungguhnya. Guru pendamping pun turut memotivasi agar siswa memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana evaluasi diri dan peningkatan kompetensi.

Sebagai informasi, Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar merupakan asesmen yang diselenggarakan oleh JSIT Indonesia untuk mengukur capaian kompetensi akademik siswa kelas akhir. Mata pelajaran yang diujikan pada TKA jenjang SD meliputi Bahasa Indonesia dan Matematika, dengan fokus pada kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep, serta penerapan pengetahuan dalam konteks soal.


Melalui kegiatan pembahasan soal ini, SDIT Arrahmah berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik dan pendampingan optimal bagi peserta didik, agar mereka lebih siap, percaya diri, dan berprestasi dalam menghadapi TKA JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur.***(Humas)

Museum Jadi Ruang Belajar, Siswa SDIT Arrahmah Fase B Antusias Lakukan Kunjungan Edukatif

 

Siswa antusis menyimak pemaparan dari petugas museum

www.sditarrahmahlumajang.sch.id | Agenda Sekolah - Pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Hal inilah yang dibuktikan oleh siswa SDIT Arrahmah Fase B (kelas 3–4) yang mengikuti kunjungan edukatif ke Museum Daerah Kabupaten Lumajang, Selasa (10 Februari 2026). Kegiatan dimulai pada pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan penuh semangat dan antusiasme.

Sebanyak 88 siswa, didampingi oleh guru kelas dan para pendamping, mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual untuk memperkaya wawasan sejarah dan budaya lokal. Sejak memasuki area museum, para siswa tampak tertib dan antusias menyimak setiap penjelasan yang disampaikan.



Museum Daerah Kabupaten Lumajang menyimpan beragam koleksi bersejarah yang mencerminkan perjalanan panjang peradaban masyarakat Lumajang. Mulai dari artefak purbakala, prasasti dan replika peninggalan sejarah, hingga koleksi seni dan budaya lokal seperti alat musik tradisional dan perlengkapan adat, semuanya disajikan sebagai media edukasi yang menarik bagi pelajar.

Para petugas museum berperan aktif dalam mendampingi rombongan siswa. Dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif, mereka menjelaskan fungsi, latar belakang sejarah, serta nilai budaya dari setiap koleksi yang dipamerkan. Hal ini membuat siswa lebih mudah memahami materi dan berani mengajukan pertanyaan.

“Anak-anak terlihat sangat tertarik. Mereka tidak hanya melihat, tetapi juga belajar memahami sejarah daerahnya sendiri,” ungkap salah satu guru pendamping di sela kegiatan.


Kunjungan ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah dan budaya daerah, serta kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan leluhur.

Melalui kegiatan kunjungan ke Museum Daerah Kabupaten Lumajang, SDIT Arrahmah berharap siswa dapat mengaitkan materi pelajaran di kelas dengan realitas sejarah yang ada di sekitarnya. Pembelajaran pun menjadi lebih hidup, kontekstual, dan berkesan — sebuah langkah nyata dalam mencetak generasi yang berpengetahuan, berkarakter, dan berbudaya.*** (Humas)



Kenalkan Sejarah Lokal Sejak Dini, Siswa Kelas 3 dan 4 SDIT Arrahmah Kunjungi Situs Biting

 

www.sditarrahmahlumajang.sch.id | Agenda Sekolah - Selasa, 10 Februari 2026, siswa kelas 3 dan 4 SDIT Arrahmah melakukan kegiatan kunjungan sejarah ke Situs Biting, yang terletak di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kegiatan ke luar kelas ini dimulai pada pukul 07.30 WIB, dan berlangsung hingga selesai dengan antusiasme dan semangat belajar yang tinggi dari seluruh peserta.

Sebanyak 88 siswa didampingi oleh wali kelas dan guru pendamping turut serta dalam acara ini. Tujuan kunjungan adalah untuk memperluas wawasan sejarah serta mengenalkan langsung jejak peradaban masa lampau yang ada di bumi Nusantara. Melalui kegiatan kunjungan ini, kami berharap siswa dapat belajar sejarah secara langsung dari situs aslinya sehingga materi yang dipelajari di kelas menjadi lebih nyata dan mudah dipahami.

Situs Biting adalah kawasan cagar budaya bersejarah yang menyimpan jejak peradaban kuno di wilayah Lumajang. Situs ini dikenal sebagai bekas ibu kota Kerajaan Lamajang Tigang Juru, sebuah kerajaan besar di Jawa Timur yang diperkirakan berdiri sejak abad ke-13 hingga abad ke-20 Masehi. Wilayah Situs Biting mencakup area seluas ±135 hektare, yang dulunya dikelilingi benteng pertahanan raksasa dengan tembok yang sangat kokoh.

Nama “Biting” sendiri berasal dari bahasa Madura yang berarti “benteng”, yang mencerminkan karakteristik utama situs tersebut sebagai pusat pertahanan kota kerajaan pada masa lampau. Sisa peninggalan benteng, struktur bangunan kuno, serta artefak lainnya menjadi sumber belajar yang sangat penting bagi peserta didik untuk memahami sejarah lokal dan kajian peradaban Indonesia.

 


Kunjungan ini sejalan dengan kurikulum pembelajaran Tematik yang memuat materi sejarah dan budaya lokal. Dengan mendatangi langsung Situs Biting, siswa tidak hanya membaca buku tetapi juga merasakan pengalaman nyata berada di lokasi bersejarah yang mencerminkan masa lalu Nusantara — dari struktur benteng yang tersisa hingga cerita tentang kehidupan masyarakat dan penguasa pada masa lampau.

Kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat kecintaan siswa terhadap budaya dan sejarah Indonesia sehingga tumbuh sebagai generasi yang menghargai nilai-nilai sejarah serta budaya bangsa. *** (Humas)

 



Gaspol Persiapan TKA! Siswa Kelas 6 SDIT Arrahmah Ikuti Try Out JSIT Jatim Berbasis Digital


SDIT Arrahmah kembali menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi asesmen akhir. Pada Selasa, 3 Februari 2026, seluruh siswa kelas 6 SDIT Arrahmah mengikuti Try Out Tes Kompetensi Akademik (TKA) JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur.

Kegiatan try out dilaksanakan mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai dengan tertib dan lancar. Pelaksanaan ujian berbasis digital ini menggunakan platform Riyu Exambro, yang dirancang untuk melatih siswa menghadapi ujian berbasis komputer secara mandiri dan terstruktur.


Dalam pelaksanaannya, sebagian siswa mengikuti try out dengan memanfaatkan laboratorium komputer sekolah, sementara sebagian lainnya menggunakan perangkat HP pribadi, menyesuaikan dengan fasilitas yang tersedia. Meskipun menggunakan perangkat yang berbeda, seluruh siswa tetap mengikuti ujian sesuai dengan standar dan ketentuan yang telah ditetapkan.



Try out TKA JSIT ini mencakup dua mata pelajaran utama, yaitu:
  1. Bahasa Indonesia dengan alokasi waktu 90 menit
  2. Matematika dengan alokasi waktu 120 menit

Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur kesiapan akademik siswa, membiasakan mereka dengan suasana ujian sesungguhnya, serta menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dalam melakukan pendampingan lanjutan.

Kami berharap melalui kegiatan try out ini, siswa kelas 6 SDIT Arrahmah semakin siap, percaya diri, dan optimal dalam menghadapi TKA maupun asesmen akhir lainnya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari ikhtiar sekolah dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik.***

Ramadhan Datang, Umat Bergembira—Namun Sudahkah Kita Siap?



www.sditarrahmahlumajang.sch.id | Opini - Setiap kali bulan Ramadhan menjelang, ada getaran bahagia yang terasa di tengah umat Islam. Masjid mulai dibersihkan, jadwal kajian disusun, grup keluarga ramai membahas buka bersama, dan media sosial dipenuhi ucapan “Marhaban ya Ramadhan”. Tahun ini, Ramadhan 1447 H kembali hadir sebagai tamu agung yang selalu dinanti—bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.

Kegembiraan menyambut Ramadhan sejatinya adalah tanda iman. Rasulullah ﷺ sendiri menumbuhkan rasa bahagia itu kepada para sahabat dengan kabar gembira:
“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kepada kalian berpuasa di dalamnya. Dibukakan pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu.”
(HR. Ahmad dan An-Nasa’i)

Namun, di balik gegap gempita penyambutan Ramadhan, ada satu pertanyaan penting yang layak kita renungkan bersama: apakah kegembiraan itu benar-benar berujung pada perubahan diri dan sosial, atau hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa makna mendalam?

Tidak bisa dimungkiri, hampir setiap Ramadhan kita sering terjebak pada sisi simbolik dan seremonial. Semangat ibadah meningkat, tetapi tidak selalu diiringi dengan peningkatan akhlak. Masjid penuh saat tarawih, namun lisan masih mudah menyakiti. Puasa ditunaikan, tetapi kejujuran dan empati sosial justru menipis.

Bahkan, ironi kerap terjadi: harga kebutuhan pokok melonjak, konsumerisme meningkat, dan Ramadhan menjadi bulan paling “boros”, bukan paling sederhana.
Kegembiraan menyambut Ramadhan pun terkadang lebih dominan dalam bentuk euforia—dekorasi, konten digital, dan acara seremonial—namun kurang disertai kesungguhan mempersiapkan hati, memperbaiki hubungan, dan membersihkan niat.

Ramadhan 1447 H seharusnya menjadi momentum koreksi bersama. Kegembiraan menyambutnya perlu diiringi dengan kesiapan ruhani dan tanggung jawab sosial.
Pertama, menggeser fokus dari seremonial ke substansi. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi melatih pengendalian diri, kejujuran, dan kepedulian. Kedua, menjadikan Ramadhan sebagai bulan empati sosial, bukan konsumsi berlebih. Kepedulian kepada fakir miskin, tetangga, dan sesama harus menjadi wajah utama Ramadhan. Ketiga, membangun kesinambungan pasca-Ramadhan, agar nilai-nilai kebaikan tidak berhenti saat takbir Idulfitri berkumandang.
Kegembiraan menyambut Ramadhan adalah anugerah. Namun kegembiraan sejati bukan hanya saat Ramadhan datang, melainkan ketika Ramadhan benar-benar tinggal dalam diri kita—membentuk pribadi yang lebih bertakwa, jujur, dan peduli.

Semoga Ramadhan 1447 H tidak hanya kita sambut dengan senyum dan ucapan, tetapi dengan kesungguhan untuk berubah. Karena Ramadhan bukan sekadar bulan yang datang dan pergi, melainkan madrasah kehidupan yang menentukan arah kita setahun ke depan. Selamat menyambut Ramadhan!! 🌙✨

Perkuat Kompetensi Digital, Guru SDIT Arrahmah Ikuti Diseminasi Koding dan Kecerdasan Artifisial

 


www.sditarrahmahlumajang.sch.id - Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) SD Kecamatan Tekung menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), Pembelajaran Mendalam, dan Kokurikuler pada Rabu–Kamis, 28–29 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Wonokerto 02 dan diikuti oleh guru kelas 3 dan 4 SD Negeri dan Swasta se-Kecamatan Tekung.


Kegiatan diseminasi ini menghadirkan narasumber yang sama seperti kegiatan sebelumnya, yaitu Pendamping Satuan Pendidikan Ibu Dra. Kun Kumariyati Endang Agustini, M.M., M.Pd. dan Ibu Etik Asmawati, S.Pd.SD, M.M. Keduanya menyampaikan materi terkait konsep, strategi, serta praktik implementasi pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial yang terintegrasi dengan pembelajaran mendalam dan kokurikuler di sekolah dasar.


Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi pemaparan materi, diskusi, dan contoh penerapan pembelajaran inovatif yang mendorong kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan pemecahan masalah pada peserta didik. Suasana kegiatan berlangsung aktif dan interaktif, terlihat dari antusiasme guru dalam bertanya dan berdiskusi.


Pada kegiatan ini, empat guru dari SDIT Arrahmah turut berpartisipasi aktif. Keikutsertaan tersebut merupakan bentuk komitmen SDIT Arrahmah dalam meningkatkan kompetensi guru serta mendukung implementasi pembelajaran berbasis teknologi dan pembelajaran mendalam di lingkungan sekolah.


Melalui kegiatan diseminasi ini, KKKS SD Kecamatan Tekung berharap para guru mampu mengimplementasikan hasil kegiatan secara nyata di satuan pendidikan masing-masing, sehingga dapat meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran di sekolah dasar se-Kecamatan Tekung.***

Jangan Ditunda, Ini Pentingnya Membayar Utang Puasa Ramadhan

 

Foto : Masjid 1000 Menara Makasar, Dokumen Pribadi 

www.sditarrahmahlumajang.sch.id | Dunia Islam - Ramadhan 1447 H tinggal beberapa hari lagi, namun mungkin ada sebagian umat Islam yang masih memiliki kewajiban yang belum tertunaikan, yakni membayar utang puasa Ramadhan tahun lalu. Utang puasa biasanya terjadi karena uzur syar'i, seperti sakit, haid, nifas, hamil, menyusui, atau kondisi tertentu yang diperbolehkan agama.


Islam mengajarkan agar setiap kewajiban yang tertinggal segera ditunaikan dan tidak ditunda tanpa alasan yang jelas. Membayar hutang puasa Ramadhan bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab seorang hamba kepada Allah SWT.


Terkait kewajiban membayar utang puasa sendiri, Allah SWT berfirman dalam Alquran Surat Al-Baqarah ayat 184: 

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya: "(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan kepada seorang miskin. Siapa yang dengan kerelaan hati bekerja memberikan, itu lebih baik diantaranya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS Al-Baqarah [2]:184).


Ayat ini menjadi dasar kewajiban qadha puasa bagi mereka yang meninggalkan puasa Ramadhan karena uzur. Mayoritas ulama sepakat bahwa utang puasa wajib dibayar sebelum datang Ramadhan berikutnya, selama masih ada kesempatan dan kemampuan.


Menunda qadha puasa tanpa alasan syar'i bahkan dapat berkonsekuensi kewajiban membayar fidyah, menurut sebagian pendapat ulama.


Lalu kapan waktu membayar utang puasa?

Utang puasa Ramadhan dapat dibayar kapan saja di luar bulan Ramadhan, kecuali pada hari-hari yang diharamkan berpuasa seperti Idul Fitri, Idul Adha, dan hari-hari tasyrik. Banyak ulama yang mempersiapkan agar qadha puasa dilakukan sesegera mungkin, sebagai bentuk kehati-hatian dan kesungguhan dalam beribadah.


Niat Puasa Qadha Ramadhan

Seperti puasa wajib lainnya, niat puasa qadha Ramadhan harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Niat cukup di dalam hati, namun bisa dilafalkan untuk membantu menghadirkan kesadaran.


Membayar utang puasa adalah bentuk amanah ibadah yang tidak boleh diremehkan. Rasulullah SAW bersabda:

 عَنِ  اْبنِ  عَبَّاٍس  رَضِيَ  اللهُ  عَنْهُماَ  قاَلَ  جَاءَ  رَجُلٌ  إِلَى  النَّبي  صَلَّى  اللهُ  عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ  فَقَالَ :  يَا  رَسُوْلَ  اللهِ،  إِنَّ  أُمِّي  مَاتَتْ  وَعَلَيْهَا  صَوْمُ  شَهْرٍ،  أَفَأَقْضِيَهُ  عَنْهَا  قاَلَ :  لَوْ  كَانَ  عَلَى  أُمِّكَ  دَيْنٌ،  أَكُنْتَ  قاَضِيَهُ  عَنْهَا؟  قَالَ :  نَعَمْ .  Nama :  فَدَيْنُ  اللهِ  أَحَقٌ  أَنْ  يُقْضَى  رواه  البخاري

Artinya: “Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Seorang laki-laki datang menghadap Nabi SAW kemudian berkata: Ya Rasulullah sungguh ibuku telah wafat padahal ia punya kewajiban puasa satu bulan, apakah saya dapat berpuasa menggantikannya? Nabi menjawab: Jika seandainya ibumu memiliki hutang, apakah engkau akan membayarnya? Laki-laki itu menjawab: Iya. Selanjutnya Nabi bersabda: Hutang kepada Allah lebih bermanfaat untuk ditunaikan” (HR al-Bukhari).


Hadits ini menjadi pengingat kuat bahwa kewajiban ibadah yang tertinggal harus menjadi prioritas utama dalam kehidupan seorang muslim.


Oleh karena itu, sebelum disibukkan dengan puasa sunnah atau aktivitas lainnya, umat Islam diimbau untuk memeriksa kembali apakah masih memiliki utang puasa Ramadhan. Menyegerakan qadha puasa berarti menjaga kesempurnaan ibadah dan membersihkan tanggungan di hadapan Allah SWT.***




Siap Hadapi Era Digital, Guru Kelas 1–2 SDIT Arrahmah Ikuti Diseminasi Koding dan Kecerdasan Artifisial

 

www.sditarrahmahlumajang.sch.id - Semangat terus belajar dan mengupgrade diri guru kelas 1 dan 2 SDIT Arrahmah terus berkobar. Kali ini guru-guru hebat ini mengikuti kegiatan Diseminasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), Pembelajaran Mendalam, serta Kokurikuler yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Tekung. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Rabu dan Kamis, 21–22 Januari 2026, bertempat di SDN Wonokerto.

Kegiatan diseminasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru dalam menghadapi transformasi pembelajaran di era digital, khususnya dalam pengenalan konsep koding dan kecerdasan artifisial sejak jenjang pendidikan dasar. Selain itu, guru juga dibekali pemahaman tentang implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) serta penguatan program kokurikuler yang selaras dengan Kurikulum Merdeka.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan materi teoritis dan praktik yang aplikatif, mulai dari pengenalan konsep dasar KKA untuk peserta didik kelas rendah, strategi pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual, hingga contoh integrasi koding dan AI dalam pembelajaran tematik. Diskusi dan sesi berbagi praktik baik antar guru turut memperkaya wawasan peserta.


Keikutsertaan guru kelas 1 dan 2 SDIT Arrahmah dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta mempersiapkan peserta didik agar memiliki keterampilan abad ke-21 sejak dini, tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter dan keislaman yang menjadi kekhasan sekolah.

Diharapkan, hasil dari diseminasi ini dapat diimplementasikan secara bertahap di SDIT Arrahmah, sehingga pembelajaran menjadi lebih inovatif, bermakna, dan relevan dengan perkembangan zaman.



IFP sebagai Jembatan Pembelajaran Abad 21 Berbasis Nilai Islam di SDIT Arrahmah

 

Ustadz Suwono sedang mengajar PJOK memanfaatkan IFP

www.sditarrahmahlumajang.sch.id - Opini | Hadirnya Interactive Flat Panel (IFP) yang difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan telah menjadi salah satu bentuk nyata dalam menguatkan kualitas pembelajaran di SDIT Arrahmah. IFP bukan hanya dipandang sebagai perangkat teknologi, tetapi sebagai media strategis untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan, keterampilan abad 21, dan nilai-nilai keislaman dalam proses pembelajaran.


Para guru SDIT Arrahmah memanfaatkan IFP secara optimal sebagai sarana penunjang pembelajaran yang aktif, kreatif, dan bermakna. Materi pelajaran disajikan secara visual-interaktif, mulai dari presentasi tematik, video pembelajaran, simulasi sains, hingga penayangan ayat Al-Qur’an, hadits, dan kisah teladan yang relevan dengan materi. Hal ini menjadikan pembelajaran lebih kontekstual serta memudahkan peserta didik memahami hubungan antara ilmu dan nilai spiritual.


Dari sisi pedagogis, penggunaan IFP mendorong guru untuk mengembangkan pembelajaran yang berorientasi Higher Order Thinking Skills (HOTS). Siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi diajak menganalisis, berdiskusi, memecahkan masalah, dan menyampaikan pendapat secara percaya diri. Kolaborasi antara guru dan siswa terbangun lebih kuat, sejalan dengan visi SDIT Arrahmah dalam membentuk generasi yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing.


Lebih dari itu, pemanfaatan IFP di SDIT Arrahmah juga memperkuat internalisasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran. Guru dapat dengan mudah menautkan konsep akademik dengan nilai akhlak, adab belajar, serta keteladanan Rasulullah ﷺ. Teknologi pun menjadi wasilah kebaikan, bukan sekadar alat modernisasi, tetapi sarana pendidikan yang mendukung misi tarbiyah Islamiyah.


Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pendidikan atas dukungan sarana pembelajaran berupa Interactive Flat Panel (IFP). Bantuan ini sangat berarti bagi SDIT Arrahmah dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi ruh pendidikan.


Semoga sinergi antara pemerintah dan satuan pendidikan ini terus berlanjut, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mencetak generasi sholeh, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.***

Desain Oleh Masnur Masnur Belajar | Spesial Buat SDIT Ar Rahmah